Mutasi pada Mahkluk Hidup

Mutasi merupakan perubahan struktur susunan materi genetik (DNA) yang dapat diturunkan ke generasi berikutnya. Terjadinya perubahan susunan materi genetik akan menyebabkan perubahan gen sehingga dapat mengakibatkan perubahan fenotipenya.

Makhluk hidup yang mengalami mutasi disebut mutan. Adapun zat penyebab mutasi disebut mutagen. Mutasi dapat terjadi baik pada gen maupun pada kromosom.
B. Macam-Macam Mutasi Berdasarkan Tempat Terjadinya
Berdasarkan tempat terjadinya, mutasi dibedakan menjadi dua yaitu mutasi gen dan mutasi kromosom.

1. Mutasi Gen

Mutasi gen disebut juga mutasi titik atau point mutation. Mutasi gen merupakan mutasi akibat adanya perubahan yang terjadi pada nukleotida DNA. Mutasi gen dapat berupa perubahan kimia pada pasangan basa nitrogen dalam gen. Mutasi gen disebabkan karena substitusi basa N. Tipe-tipe mutasi gen sebagai berikut. 

a. Mutasi tidak bermakna (nonsense mutation), yaitu perubahan pada triplet basa (kodon) tetapi perubahannya tidak menyebabkan kesalahan pembentukaan protein.

b. Mutasi ganda (triple mutation), yaitu terjadi pengurangan atau penambahan tiga basa secara bersama-sama. 

c. Mutasi bingkai (frame shift mutation), yaitu penambahan atau pengurangan basa nitrogen. Mutasi ini terdiri atas delesi (pengurangan basa nitrogen) dan duplikasi (penambahan basa nitrogen).

d. Mutasi penggantian basa, mutasi ini terdiri atas transisi dan transversi.

Transisi: basa purin ↔ basa purin, basa pirimidin ↔ basa pirimidin.

Transversi: basa purin ↔ basa pririmidin.

2. Mutasi Kromosom

Mutasi kromosom disebut juga mutasi besar atau aberasi. Mutasi  kromosom merupakan mutasi yang terjadi karena adanya perubahan struktur dan jumlah pada kromosom.
Mutasi kromosom dapat dibedakan menjadi dua yaitu mutasi karena perubahan jumlah kromosom dan mutasi karena perubahan struktur  kromosom.

a. Macam Mutasi Karena Perubahan Jumlah Kromosom

1) Euploidi, apabila terjadi pengurangan atau penambahan perangkat kromosom.
Contoh: 2n à 4n, 2n à 3n

2) Aneuploidi: apabila terjadi perubahan kromosom hanya pada salah satu atau lebih dari satu genom. Contoh: 2n+1 (trisomi), 2n+2 (tetrasomi), 2n–1 (monosomi), 2n–2 (nulisomi).


b. Macam Mutasi Karena Perubahan Struktur Kromosom
1) Delesi
Delesi terjadi karena adanya fragmen kromosom yang patah dan hilang sehingga menyebabkan susunan kromosom mengalami perubahan.

2) Duplikasi
Duplikasi terjadi karena adanya peristiwa penambahan suatu fragmen kromosom yang sama berasal dari kromosom homolog, sehingga mengakibatkan perubahan susunan kromosom.

3) Inversi

Inversi terjadi apabila fragmen pada suatu kromosom patah dan akan kembali lagi pada kromosom tersebut akan tetapi susunan fragmen kromosomnya terbalik. Oleh karena itu, dapat menyebabkan terjadinya perubahan susunan kromosom.

4) Translokasi

Translokasi terjadi apabila terdapat dua kromosom nonhomolog yang mengalami patah pada fragmen tertentu, kemudian fragmen tersebut bergabung pada kromosom lain nonhomolognya. Oleh karena itu, dapat mengakibatkan terjadinya perubahan susunan kromosom



Beberapa contoh kelainan/cacat turunan pada manusia akibat mutasi kromosom sebagai berikut.
a. Sindrom Turner (45 XO)
b. Sindrom Klinefelter (47 XXY)
c. Sindrom Jacob (47 XYY)
d. Sindrom Down (47 XX atau 47 XY)
e. Sindrom Patau (47 XX atau 47 XY)
f. Sindrom Edward (45 A + 18 + XX atau 45 A + 18 + XY)

Demikian tadi uraian mengenai mutasi pada mahkluk hidup.

Selamat dan sukses.

Ekosistem dan Komponen Penyusunnya

Ekosistem merupakan kesatuan fungsional antara makhluk hidup dengan lingkungannya yang di dalamnya terdapat hubungan dan interaksi yang sangat erat dan saling memengaruhi. 

Ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya dalam suatu ekosistem disebut ekologi. Ekologi berasal dari bahasa Yunani yaitu oikos (rumah atau tempat hidup) dan logos (ilmu), jadi ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antarmakhluk hidup dan interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya.

Apa saja komponen-komponen penyusun Ekosistem ?


Suatu ekosistem disusun oleh dua komponen utama yaitu komponen biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup dan komponen abiotik meliputi lingkungan fisik dan kimia (lingkungan tak hidup).

1. Komponen Biotik

Komponen biotik suatu ekosistem meliputi semua jenis makhluk hidup, baik berupa tumbuhan, hewan, jamur, maupun mikroorganisme lain. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer.

Berdasarkan peranannya, komponen biotik dibedakan menjadi komponen autotrof, heterotrof, dan pengurai.

a. Komponen autotrof

Komponen autotrof adalah organisme yang mampu mensintesis makanan sendiri berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti energi cahaya matahari dan kimia. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen yang menyediakan makanan bagi
organisme heterotrof. Komponen autotrof yang utama adalah berbagai tumbuhan hijau.

b. Komponen heterotroph

Komponen heterotrof merupakan organisme yang memperoleh makanan atau bahan organik dengan memakan organisme lain atau sisa-sisanya. Organisme heterotrof tidak
dapat mensintesis makanan sendiri, sehingga makanan selalu diperoleh dari organisme lain, misalnya herbivora memperoleh makanan dari tumbuh-tumbuhan dan karnivora memperoleh makanan dari mangsanya. Contoh komponen heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan
mikroba.


c. Detrivor dan Pengurai (dekomposer)

Detrivor adalah komponen ekosistem yang memakan detritus atau sampah, sedangkan pengurai adalah organisme heterotrof yang memperoleh makanan dengan menguraikan bahan organik berupa sisa-sisa organisme yang telah mati. Organisme ini menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Contoh detrivor adalah cacing tanah, sedangkan contoh pengurai adalah bakteri dan
jamur saprofit.

2. Komponen Abiotik

Komponen abiotik adalah segala sesuatu di luar makhluk hidup, terdiri dari komponen fisik dan kimia. Komponen fisik meliputi substrat, media, atau faktor fisik yang diperlukan untuk menunjang kehidupan, sedangkan komponen kimia berupa kondisi-kondisi yang mendukung kehidupan makhluk hidup.

Beberapa komponen abiotik yang memengaruhi ekosistem adalah sebagai berikut.

a. Suhu, berpengaruh terhadap ekosistem karena suhu merupakan syarat yang diperlukan organisme untuk hidup.

Suhu memengaruhi reaksi biokimiawi yang terjadi di dalam makhluk hidup. Setiap jenis makhluk hidup memerlukan suhu optimum untuk kehidupannya sehingga ada jenis-jenis organisme yang hanya dapat hidup pada kisaran suhu tertentu. Pada hewan poikiloterm, suhu tubuhnya dapat
berubah-ubah sesuai dengan suhu lingkungannya. Sedangkan hewan homeoterm suhu tubuhnya relatif tetap meskipun suhu lingkungan berubah-ubah.

b. Sinar matahari, mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu Bumi. Sinar matahari juga diperlukan oleh tumbuhan (produsen) untuk
melakukan fotosintesis.

c. Air, berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan untuk tumbuh, berkecambah, dan penyebaran biji. Bagi hewan dan manusia, air diperlukan untuk minum, sarana hidup, dan tempat hidup bagi hewan air. Bagi unsur abiotik lain, misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan pelapuk.

d. Tanah, merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah juga menyediakan unsurunsur penting bagi kehidupan organisme, terutama tumbuhan.

e. Ketinggian tempat, menentukan jenis organisme yang hidupdi tempat tersebut, karena ketinggian yang berbeda akan menghasilkan kondisi fisik dan kimia yang berbeda.

f. Angin, selain berperan dalam menentukan kelembapan juga berperan dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu.

g. Garis lintang, perbedaan garis lintang menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda pula. Garis lintang secara tak langsung menyebabkan perbedaan distribusi organisme di permukaan bumi. Ada jenis-jenis organisme yang mampu hidup pada garis lintang tertentu saja.

Demikian tadi penjelasan secara ringkas mengenai ekosistem dan komponen-komponen penyusunnya yang secara garis besarnya terdiri atas dua komponen utama yaitu komponen biotik dan komponen abiotik yang saling berinteraksi.

Semoga bermanfaat, tetap semangat belajar ya


 


Pewarisan Sifat pada Manusia

Pewarisan sifat pada manusia [ hereditas manusia] pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan pewarisan sifat pada mahkluk hidup lainnya. Beberapa pola Hereditas Pada Manusia yang sering dibahas dan dipelajari oleh siswa di Indonesia antara lain:

1. Penentuan Jenis Kelamin

Manusia memiliki 46 kromosom (23 pasang) yang terdiri atas 22 pasang kromosom tubuh (autosom) dan 1 pasang kromosom kelamin (gonosom). Pria memiliki sepasang kromosom kelamin dengan simbol XY, sedangkan perempuan memiliki sepasang kromosom seks dengan simbol XX. Pria menghasilkan sperma yang mengandung gamet X atau Y, sedangkan wanita menghasilkan sel telur yang mengandung gamet X saja.
Apabila terjadi fertilisasi antara sel sperma Y dengan sel telur X maka akan membentuk individu dengan kromosom kelamin XY, yaitu pria. Sementara itu, apabila fertilisasi terjadi antara sel sperma X dengan sel telur X maka akan membentuk individu dengan kromosom kelamin XX, yaitu perempuan.


2. Golongan darah

Penentuan golongan darah pada manusia menggunakan sistem AB0, sistem MN, dan Sistem Rhesus.

a. Sistem AB0

Penggolongan darah sistem AB0 berdasarkan pada dua antigen yaitu antigen A dan B serta dua antibodi yaitu anti-A dan anti-B. Perhatikan tabel berikut!

b. Sistem MN

Penggolongan darah sistem MN berdasarkan adanya salah satu jenis glikoforin A.
Perhatikan tabel berikut!


c. Sistem Rhesus
Penggolongan darah sistem Rhesus berdasarkan reaksi penggumpalan antara antigen sel darah merah dengan anti serum Rh. Perhatikan tabel berikut!


3. Cacat Atau Penyakit Menurun Pada Manusia

A. Cacat atau penyakit menurun terpaut kromosom tubuh (autosom)

1) Cacat atau penyakit yang dibawa gen dominan

a) Polidaktili

Polidaktili merupakan kelainan berupa kelebihan jumlah jari tangan ataupun kaki. Polidaktili disebabkan oleh gen dominan P, sehingga penderita polidaktili bergenotipe PP (homozigot) dan Pp (heterozigot), sedangkan genotipe untuk normal adalah pp.

b) Brakidaktili

Brakidaktili merupakan kelainan pada ruas-ruas jari yang memendek. Brakidaktili disebabkan oleh gen dominan B, sehingga penderita brakidaktili bergenotipe BB (homozigot) dan Bb (heterozigot), sedangkan genotype untuk normal adalah bb.

c) Kebotakan

Kebotakan disebabkan oleh gen dominan B, sedangkan gen b untuk normal. Genotipe dan fenotipe pada kebotakan sebagai berikut.

d) Huntington

Huntington disebabkan oleh sen dominan H, sedangkan gen resesif h normal. Oleh karena itu, penderita huntington memiliki genotipe HH (homozigot) atau Hh (heterozigot), sedangkan genotipe hh untuk normal. Huntington menyerang sistem saraf yang ditandai dengan penderita menggelengkan kepala ke satu arah.

2) Cacat atau penyakit yang dibawa gen resesif

a) Albino

Albino merupakan kelainan di mana tubuh seseorang tidak mampu memproduksi pigmen. Albino disebabkan oleh gen resesif a. Oleh karena itu, fenotipe albino memiliki genotipe aa, sedangkan fenotipe normal memiliki genotipe AA dan Aa.

b) Gangguan mental/ fenilketonuria (debil, imbisil, idiot)

Gangguan mental ini dibawa oleh gen resesif. Jadi, apabila gen aa mengalami gangguan mental, maka gen AA (homozigot) dan gen Aa (heterozigot) adalah genotipe untuk normal. Kelainan ini ditandai oleh ketidakmampuan tubuh melakukan proses metabolisme fenilalanin menjadi tirosin. Oleh karena itu, fenilalanin tertimbun di dalam darah dan dibuang melalui ginjal sehingga urine mengandung fenilalanin. Dengan demikian, urine seseorang dapat menandakan orang tersebut menderita gangguan mental.

B. Cacat atau penyakit menurun terpaut kromosom kelamin/seks (gonosom)

1) Buta warna (color blind)

Buta warna merupakan kelainan yang mengakibatkan seseorang tidak dapat membedakan warna-warna tertentu. Ada dua jenis buta warna, yaitu buta warna sebagian dan buta warna total. Buta warna sebagian mengakibatkan seseorang tidak dapat membedakan warna hijau dan merah. Sementara itu, buta warna total mengakibatkan seseorang tidak dapat membedakan semua warna kecuali gelap dan terang.

Buta warna disebabkan oleh gen resesif cb yang terpaut kromosom X, sehingga kemungkinan genotipe dan fenotipenya sebagai berikut

2) Hemofilia
Hemofilia merupakan kelainan yang ditandai dengan darah sukar membeku. Hemofilia dikendalikan oleh gen resesif h yang terpaut kromosom X. Sehingga kemungkinan genotipe dan fenotipenya sebagai berikut.


Peta Silsilah

Peta Silsilah Keluarga menggambarkan asal usul sebuah keluarga. Melalui peta silsilah keluarga dapat diketahui bahwa sifat-sifat manusia diturunkan kepada keturunannya mengikuti pola pewarisan tertentu. Hal tersebut dapat dipelajari dengan menggunakan peta silsilah keluarga; sebagai contoh silsilah keluarga Ratu Inggris, atau contoh berikut ini adalah Peta Silsilah Keluarga Kerajaan Majapahit. Nah bagaimana dengan silsilah keluargamu? Cobalah kamu buat.

Pemanfaatan manusia sebagai objek penelitian sering kali mengalami berbagai kesulitan, antara lain sebagai berikut:

a. Umur manusia dan daur hidupnya relatif panjang sehingga dalam penelitian terdapat kesulitan jika umur peneliti pendek.

b. Manusia merupakan makhluk hidup yang mempunyai keturunan relatif sedikit sehingga data yang didapat dari perbandingan karakter tertentu sangat kecil dan mewakili.

c. Jarang sekali orang bersedia untuk dijadikan objek penelitian terutama jika yang diteliti tersebut menderita kecacatan atau kelainan pada tubuhnya. Oleh karena itu, sukar untuk mendapatkan data.

d. Dibandingkan hewan dan tumbuhan, manusia hampir tidak dapat dikontrol suasana lingkungannya yang sesuai dengan harapan

e. Sulit mengamati perkembangan karakter sesuai dengan harapan peneliti karena statusnya berubah-ubah.

f. Manusia tidak dapat dipaksa untuk menuruti anjuran atau harapan peneliti untuk kawin dengan seseorang yang akan diselidiki.

Agar pewarisan sifat keturunan yang terdapat dalam suatu keluarga dapat dirunut dan dipelajari untuk beberapa generasi, kita harus melakukan beberapa hal sebagai berikut.

a. Membuat peta silsilah (pedigree chart), yaitu catatan asal-usul suatu sifat dari nenek moyang hingga anak cucu beberapa generasi berturut-turut.

b. Mempelajari peristiwa penurunan sifat pada anak kembar.

c. Membandingkan dengan pewarisan sifat keturunan pada hewan dan tumbuhan

Berikut ini adalah contoh peta silsilah keluarga ratu victoria ( Kerajaan Inggris )

Perhatikan gambar silsilah keluarga Ratu Victoria:

1.Berapa generasikah yang tergambar dalam peta silsilah tersebut?

2.Jika umur setiap generasi 50 tahun, berapa lama sifat hemofili pada keluarga tersebut dapat dirunut?

contoh lain peta silsilah . Cermati !

Demikian tadi uraian mengenai pewarisan sifat pada manusia [hereditas manusia].

Semoga bermanfaat

Gangguan, Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernapasan Manusia

Pernapasan merupakan proses kontak langsung antara tubuh bagian
dalam dan udara luar sehingga banyak risiko yang menjadi beban saluran
pernapasan. Terlebih jika udara sudah terkena polusi. 
Beberapa kelainan pada sistem respirasi manusia adalah sebagai berikut.

a. Asma, penyakit kronis dan menurun ini terjadi akibat menyempitnya
bronki dan bronkiolus sehingga udara yang masuk di bawah batas minimal. Asma akan terpicu oleh alergi terhadap beberapa jenis makanan
dan partikel di udara seperti serbuk sari dan debu.

b. Bronkitis, merupakan radang tenggorokan (bronki) akibat infeksi bakteri yang menyerang selaput epitel bronki.

c. Pneumonia, radang paru-paru menyerang dinding alveolus. Biasanya
disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, dan virus
  d. TBC, disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosa pada jaringan paru-paru. Dapat menular melalui udara.

e. Kanker paru-paru, kasus ini sebagian besar disebabkan oleh polusi, baik polusi tidak langsung yang berasal dari limbah teknologi ataupun polusi langsung bagi perokok. Polutan antara lain CO, CO2, H2SO4, HCO, dan asbestos. Rokok menyimpan nikotin dan polutan lainnya.

f. Mimisan, perdarahan di hidung akibat pecahnya kapiler sampai ke
permukaan jaringan epitel rongga hidung.

g. Laringitis, merupakan radang pada laring, berasal dari iritasi ataupun
infeksi. Iritasi biasanya dari rokok. Jika radang sampai ke pita suara,
penderita akan kehilangan suara. Perokok berat biasanya menderita serak
berkepanjangan
  

h. Pleuritis, radang pleura di sekeliling paru-paru. Jika radang sangat parah, udara paru-paru akan keluar menuju rongga antar pleura.

i. Emfisema, ditandai dengan hilangnya elastisitas paru-paru karena terendam cairan, dan terkikisnya sekat antaralveoli sehingga mengurangi luas permukaan membran pernapasan. Akibatnya udara yang dihirup sedikit sekali; bernapas terasa sulit dan sangat sakit. Emfisema akan terjadi pada tiap orang seiring makin bertambahnya usia, dan akan terjadi lebih dini pada perokok dan orang-orang yang bermukim di lingkungan polusi.

j. Emboli adalah gumpalan darah yang menyumbat kapiler di paru-paru.
Sumbatan akan menghambat aliran darah yang membawa oksigen dan
karbon dioksida. Emboli paru-paru dapat terjadi jika terkena serangan
jantung, keracunan, overdosis obat, dan tersengat listrik. Emboli sangat
fatal bagi penderita
 

k. Covid-19 [coronavirus disease 2019]  adalah kerusakan jaringan pada saluran pernapasan hingga paru-paru yang diakibatkan oleh infeksi sejenis  virus bernama Sars-Cov-2  

Itulah beberapa macam gangguan, kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan pada manusia.
Beberapa disebabkan oleh pola hidup , infeksi virus, bakteri dan lain sebagainya.

Sumber :
Hanum Latifah,dkk,2009,Biologi 2 SMA dan MA kelas XI,Jakarta,Pusat Perbukuan Nasional,Departemen Pendidikan Nasional

 

BAHAYA VIRUS DALAM KEHIDUPAN

Di penghujung akhir tahun 2019 dan di sepanjang tahun 2020, dunia dibikin “kacau” oleh kehadiran salah satu mahkluk biologis ultramikroskopis yang bernama Novel coronavirus yang telah menimbulkan pandemi global berupa penyakit covid-19 dan telah merenggut nyawa jutaan penduduk di dunia pada berbagai negara di lima benua.

Berikut ini adalah beberapa informasi yang berkaitan dengan virus paling fenomenal di tahun 2019-2020 bahkan mungkin tahun 2021.

Apakah Novel Coronavirus (2019-nCoV)?

Novel coronavirus (2019-nCoV) adalah jenis baru coronavirus yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia menyebabkan penyakit mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Apakah novel coronavirus sama seperti SARS?

SARS adalah coronavirus yang diidentifikasi pada tahun 2003 dan termasuk dalam keluarga besar virus yang sama dengan novel coronavirus, namun berbeda jenis virusnya. Gejalanya mirip dengan infeksi 2019-nCoV, namun SARS lebih berat.

Apa saja gejala Novel Coronavirus (2019-nCoV)?

Gejala umum berupa demam ≥380C, batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan sesak napas. Jika ada orang dengan gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke China (terutama Wuhan), atau pernah merawat/kontak dengan penderita 2019-nCoV, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

Seberapa bahayanya 2019-nCoV ini?

Seperti penyakit pernapasan lainnya, infeksi 2019-nCoV dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Beberapa orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas. Walaupun fatalitas penyakit ini masih jarang, namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti, diabetes dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah.

Bagaimana manusia bisa terinfeksi Novel Coronavirus?

Sampai saat ini, belum diketahui bagaimana manusia bisa terinfeksi virus ini. Para ahli masih sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, cara penularan dan pola klinis serta perjalanan penyakit. Hasil penyelidikan sementara dari beberapa institusi di kota Wuhan, sebagian kasus terjadi pada orang yang bekerja di pasar hewan/ikan, namun belum dapat dipastikan jenis hewan penular virus ini. Hingga saat ini dilaporkan adanya penularan antar manusia yang terbatas (antar keluarga dekat dan petugas kesehatan yang merawat kasus).

Bisakah manusia terinfeksi novel coronavirus dari hewan?

Saat ini sumber hewan penular 2019-nCoV belum diketahui, WHO terus menyelidiki berbagai kemungkinan jenis hewan penularnya. Sangat dimungkinkan hewan dari pasar hewan hidup di Tiongkok bertanggung jawab atas terinfeksinya manusia yang dilaporkan pertama kali. Untuk itu disarankan pada saat berkunjung ke pasar hewan hidup, hindari kontak langsung dengan hewan dan permukaan yang bersentuhan dengan hewan tanpa alat pelindung diri. Hindari juga konsumsi produk hewani mentah atau setengah matang. Penanganan daging mentah, susu, atau produk hewani harus diperhatikan, untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan mentah yang lain, lakukanlah dengan memperhatikan keamanan pangan yang baik.

Benarkah novel coronavirus berasal dari kelelawar atau hewan lainnya?

Sampai saat ini hewan penular 2019-nCoV belum diketahui.

Bisakah hewan peliharaan menyebarkan 2019-nCoV?

Saat ini, belum ditemukan bukti bahwa hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus 2019-nCoV. Namun, akan jauh lebih baik untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan. Kebiasaan ini dapat melindungi Anda terhadap berbagai bakteri umum seperti E.coli dan Salmonella yang dapat berpindah antara hewan peliharaan dan manusia.

Apakah 2019-nCoV dapat ditularkan antar manusia?

Ya, 2019-nCoV menyebabkan penyakit pernapasan dan dapat ditularkan dari orang ke orang, biasanya setelah kontak erat dengan pasien yang terinfeksi, misalnya, di tempat kerja, di rumah tangga, atau fasilitas pelayanan kesehatan.

Berapa lama virus ini bertahan di permukaan benda?

Sampai saat ini belum diketahui berapa lama 2019-nCoV bertahan di permukaan suatu benda, meskipun ada informasi awal yang menunjukkan dapat bertahan hingga beberapa jam. Namun disinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi.

Apakah sudah ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk Novel Coronavirus?

Belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini. Namun, gejala yang disebabkan oleh virus ini dapat diobati. Oleh karena itu pengobatan harus didasarkan pada kondisi klinis pasien dan perawatan suportif dapat sangat efektif.

Apakah antibiotik efektif dalam mencegah dan mengobati Novel Coronavirus?

Tidak, antibiotik tidak bekerja melawan virus, hanya bakteri. Novel Coronavirus (2019-nCoV) adalah virus, oleh karena itu, antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan. Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit untuk 2019-nCoV, Anda mungkin menerima antibiotik, karena infeksi sekunder bakteri mungkin terjadi.

Siapa saja yang berisiko terinfeksi novel coronavirus?

Orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana virus 2019-nCoV bersirkulasi sangat mungkin berisiko terinfeksi. Saat ini, Cina merupakan negara terjangkit 2019-nCoV dengan sebagian besar kasus telah dilaporkan. Mereka yang terinfeksi di negara lain adalah orang-orang yang belum lama ini bepergian dari Tiongkok atau yang telah tinggal atau bekerja secara dekat dengan para wisatawan, seperti anggota keluarga, rekan kerja atau tenaga medis yang merawat pasien sebelum mereka tahu pasien tersebut terinfeksi 2019-nCoV.

Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi 2019-nCoV berisiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat.

Manakah yang lebih rentan terinfeksi coronavirus, apakah orang yang lebih tua, atau orang yang lebih muda?

Tidak ada batasan usia orang-orang dapat terinfeksi oleh coronavirus ini (2019-nCoV). Namun orang yang lebih tua, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung) tampaknya lebih rentan untuk menderita sakit parah.

Bagaimana membedakan antara sakit akibat infeksi 2019-nCoV, dengan influenza biasa?

Orang yang terinfeksi 2019-nCoV dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek. Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virusnya berbeda-beda. Namun kesamaan gejala tersebut membuat kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut, sehingga pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengonfirmasi apakah seseorang terinfeksi 2019-nCoV. Untuk itulah WHO merekomendasikan setiap orang yang menderita demam, batuk, dan sulit bernapas harus mencari pengobatan sejak dini, dan memberitahukan petugas kesehatan jika mereka telah melakukan perjalanan dalam 14 hari sebelum muncul gejala, atau jika mereka telah melakukan kontak erat dengan seseorang yang sedang menderita gejala infeksi saluran pernafasan.

Berapa lama waktu yang diperlukan sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala penyakit infeksi 2019-nCoV?

Waktu yang diperlukan sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala disebut masa inkubasi. Saat ini masa inkubasi 2019-nCoV diperkirakan antara 2-11 hari, dan perkiraan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kasus. Berdasarkan data dari penyakit akibat coronavirus sebelumnya, seperti MERS dan SARS, masa inkubasi 2019-nCoV juga bisa mencapai 14 hari.

Bisakah 2019-nCoV terdeteksi dari orang yang tidak menunjukkan gejala?

Sangat penting untuk memahami kapan orang yang terinfeksi dapat menyebarkan virus ke orang lain untuk upaya pengendalian. Informasi medis terperinci dari orang yang terinfeksi diperlukan untuk menentukan periode infeksi 2019-nCoV. Menurut laporan terbaru, ada kemungkinan orang yang terinfeksi 2019-nCoV dapat menular sebelum menunjukkan gejala yang signifikan. Namun, berdasarkan data yang tersedia saat ini, sebagian besar yang menyebabkan penyebaran adalah orang-orang yang memiliki gejala.

Amankah jika kita menerima paket barang dari Cina atau negara lain yang melaporkan virus ini?

Ya, aman. Orang yang menerima paket tidak berisiko tertular virus 2019-nCoV. Dari pengalaman dengan coronavirus lain, kita tahu bahwa jenis virus ini tidak bertahan lama pada objek, seperti surat atau paket.

Apakah sudah ada pembatasan untuk bepergian ke Cina?

WHO sudah menetapkan 2019-nCoV sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau Kegawatdaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia pada tanggal 30 Januari 2020. Walaupun sampai saat ini WHO belum memberlakukan pembatasan perjalanan ke Cina, namun beberapa negara sudah memberlakukan penghentian sementara penerbangan dari dan ke Cina.

Sesuai arahan Presiden RI terkait perjalanan ke mainland Cina, yaitu:

Seluruh penerbangan langsung dari dan ke mainland Cina untuk sementara dihentikan mulai hari Rabu tanggal 5 Februari 2020 pukul 00.00.

Semua pendatang yang tiba dari mainland Cina dan sudah berada di sana sebelumnya selama 14 hari, untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia.

Kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara Cina yang bertempat tinggal di mainland China untuk sementara dihentikan.

Warga negara Indonesia untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke mainland

Berapa banyak orang yang telah terinfeksi oleh novel coronavirus dan negara mana saja yang sudah ada kasusnya?

WHO secara ketat memantau situasi terkini dan secara teratur menerbitkan informasi tentang penyakit ini. Informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini dapat dilihat melalui: Info Coronavirus WHO Online atau Arsip Berita Update Coronavirus.

Bagaimana cara mencegah penularan virus corona?

Hingga saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah penularan nCoV.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah tertularnya virus ini adalah:

Menjaga kesehatan dan kebugaran agar sistem imunitas/ kekebalan tubuh meningkat.

Mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Sekitar 98% penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.

Ketika batuk dan bersin, upayakan menjaga agar lingkungan Anda tidak tertular. Tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau dengan lengan (bukan dengan telapak tangan).

Menjaga jarak saat berbicara dengan orang lain, sekurang-kurangnya satu meter, terutama dengan orang yang sedang menderita batuk, pilek/bersin dan demam. Saat seseorang terinfeksi penyakit saluran pernafasan, seperti 2019-nCoV, batuk/bersin dapat menghasilkan droplet yang mengandung virus. Jika kita terlalu dekat, virus tersebut dapat terhirup oleh kita.

Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut. Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.

Gunakan masker penutup mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum.

Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah, lalu cucilah tangan Anda.

Hindari kontak dengan hewan ternak dan hewan liar yang terbukti tertular coronavirus.

Jangan makan daging yang tidak dimasak hingga matang.

Menunda perjalanan ke daerah/ negara dimana virus ini ditemukan seperti Cina, seiring dengan informasi adanya penghentian sementara operasional penerbangan langsung dari dan ke daratan Cina dari pemerintah, sampai ada informasi lebih lanjut.

Berikut ini adalah data pasien covid-19 per 27 Nopember 2020


Bagaimana ? Masih gak percaya bahwa covid-19 ada di sekitar kita ?

Sumber :

https://covid19.kemkes.go.id/ 

https://covid19.go.id/

PENYIMPANGAN SEMU HUKUM MENDEL

Para ilmuwan melihat adanya penyimpangan terhadap hukum Mendel. Namun setelah dikaji, ternyata penyimpangan ini hanya merupakan penyimpangan semu karena pola dasarnya sama dengan hukum Mendel.

Beberapa peristiwa yang menunjukkan penyimpangan semu di antaranya epistasis dan hipostasis, kriptomeri, interaksi beberapa pasangan alel, polimeri, serta gen komplementer.

Berikut penjelasannya. Silahkan disimak dan dicermati ya............

EPISTASIS DAN HIPOSTASIS
Epistasis dan hipostasis merupakan salah satu bentuk interaksi gen dalam hal ini gen dominan mengalahkan gen dominan lainnya yang bukan sealel. Gen dominan yang menutup ekspresi gen dominan lainnya disebut epistasis, sedangkan gen dominan yang tertutup itu disebut hipostasis. Peristiwa epistasis dan hipostasis terjadi pada warna umbi lapis pada bawang (Allium sp.), warna kulit gandum, warna bulu ayam, warna rambut mencit, dan warna mata pada manusia. Peristiwa epistasis dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu epistasis dominan, epistasis resesif, serta epistasis dominan dan resesif.

EPISTASIS DOMINAN
Pada epistasis dominan terdapat satu gen dominan yang bersifat epistasis. Misalnya warna umbi lapis pada bawang (Allium sp.).

A merupakan gen untuk umbi merah dan B merupakan gen untuk umbi kuning. Gen merah dan kuning dominan terhadap putih.
Perkawinan antara tanaman bawang berumbi lapis kuning homozigot dengan yang merah homozigot menghasilkan tanaman F1 yang berumbi lapis merah.
Keturunan F2 terdiri atas 16 kombinasi dengan perbandingan

12 merah : 3 kuning :  1 putih  atau 12 : 3 : 1.

Perbandingan itu terlihat menyimpang dari hukum Mendel, tetapi ternyata tidak. Perbandingan 9 : 3 : 3 : 1 untuk keturunan perkawinan dihibrid hanya mengalami modifikasi saja, yaitu 9 : 3 : 3 : 1 menjadi 12 : 3 : 1.
Perhatikan diagram persilangan berikut.



EPISTASIS RESESIF
Pada peristiwa epistasis resesif terdapat suatu gen resesif yang bersifat epistasis terhadap gen dominan yang bukan alelnya (pasangannya). Gen resesif tersebut harus dalam keadaan homozigot,
Contohnya pada pewarisan warna rambut tikus.

Gen A menentukan warna hitam, gen a menentukan warna abu-abu,

gen C menentukan enzim yang menyebabkan timbulnya warna dan gen c yang menentukan enzim penghambat munculnya warna.

Gen C bersifat epistasis. Jadi, tikus yang berwarna hitam memiliki gen C dan A. Perhatikan diagram persilangan berikut



EPISTASIS DOMINAN DAN RESESIF
Epistasis dominan dan resesif (inhibiting gen) merupakan penyimpangan semu yang terjadi karena terdapat dua gen dominan yang jika dalam keadaan bersama akan menghambat pengaruh salah satu gen dominan tersebut. Peristiwa ini mengakibatkan perbandingan fenotip F2 = 13 : 3.

Contohnya ayam leghorn putih mempunyai fenotip IICC dikawinkan dengan ayam white silkre berwarna putih yang mempunyai genotip iicc. Perhatikan diagram berikut


Catatan:
C = gen yang menghasilkan warna.
c = gen yang tidak menghasilkan warna (ayam menjadi putih).
I = gen yang menghalang-halangi keluarnya warna (gen ini disebut juga gen penghalang atau inhibitor).
i = gen yang tidak menghalangi keluarnya warna.

Coba perhatikan diagram hasil persilangan F1 di atas. Meskipun gen C mempengaruhi munculnya warna bulu, tetapi karena bertemu dengan gen I (gen yang menghalangi munculnya warna), maka menghasilkan keturunan dengan fenotip ayam berbulu putih.

Jadi, perbandingan fenotip F2 = ayam putih : ayam berwarna = 13 : 3

 

KRIPTOMERI
Kriptomeri adalah peristiwa gen dominan yang seolah-olah tersembunyi bila berada bersama dengan gen dominan lainnya, dan akan terlihat bila berdiri sendiri.
Correns pernah menyilangkan tumbuhan Linaria maroccana berbunga merah galur murni dengan yang berbunga putih juga galur murni. Dalam persilangan tersebut diperoleh F1 semua berbunga ungu, sedangkan F2 terdiri atas tanaman dengan perbandingan berbunga ungu : merah : putih = 9 : 3 : 4.
Warna bunga Linaria (ungu, merah, dan putih) ditentukan oleh pigmen hemosianin yang terdapat dalam plasma sel dan sifat keasaman plasma sel. Pigmen hemosianin akan menampilkan warna merah dalam plasma atau air sel yang bersifat asam dan akan menampilkan warna ungu dalam plasma sel yang bersifat basa.
Warna bunga Linaria maroccana ditentukan oleh ekspresi gen-gen berikut.
1) Gen A, menentukan ada bahan dasar pigmen antosianin.
2) Gen a, menentukan tidak ada bahan dasar pigmen antosianin.
3) Gen B, menentukan suasana basa pada plasma sel.
4) Gen b, menentukan suasana asam pada plasma sel.
Persilangan antara Linaria maroccana bunga merah dengan bunga putih menghasilkan keturunan seperti dijelaskan pada diagram berikut.



INTERAKSI PASANGAN GEN (Atavisme)
Pada permulaan abad ke-20, W. Baterson dan R.C. Punnet menyilangkan beberapa varietas ayam negeri, yaitu ayam berpial gerigi (mawar), berpial biji (ercis), dan berpial bilah (tunggal).

Pada persilangan antara ayam berpial mawar dengan ayam berpial ercis, menghasilkan semua ayam berpial sumpel (walnut) pada keturunan F1. Varietas ini sebelumnya belum dikenal. Pada keturunan F2 diperoleh empat macam fenotip, yaitu ayam berpial walnut, berpial mawar, berpial ercis, dan berpial tunggal dengan perbandingan 9 : 3 : 3 : 1. Perbandingan ini sama dengan perbandingan F2 pada pembastaran dihibrid.

Perhatikan diagram persilangan di bawah

Berdasarkan diagram persilangan tersebut terdapat penyimpangan dibandingkan dengan persilangan dihibrid.

Penyimpangan yang dimaksud bukan mengenai perbandingan fenotip, tetapi munculnya sifat baru pada F1 dan F2.
Keturunan F1 berfenotip ayam berpial walnut atau sumpel tidak menyerupai salah satu induknya. Sifat pial sumpel atau walnut (F1) merupakan interaksi dua faktor dominan yang berdiri sendiri-sendiri dan sifat pial tunggal (F2) sebagai hasil interaksi dua faktor resesif. 

POLIMERI
Polimeri adalah pembastaran heterozigot dengan banyak sifat beda yang berdiri sendiri-sendiri, tetapi mempengaruhi bagian yang sama pada suatu organisme.
Peristiwa polimeri pertama kali dilaporkan oleh Nelson-Ehle, melalui percobaan persilangan antara gandum berbiji merah dengan gandum berbiji putih. Perhatikan diagram persilangan berikut.


Rasio fenotip F2 nya adalah 15 : 1 , Mendel [ 9 : 3 : 3 : 1 ]


GEN KOMPLEMENTER

Gen komplementer adalah gen-gen yang berinteraksi dan saling melengkapi. Kehadiran gen-gen tersebut secara bersama-sama akan memunculkan karakter (fenotip) tertentu. Sebaliknya, jika salah satu gen tidak hadir maka pemunculan karakter (fenotip) tersebut akan terhalang atau tidak sempurna.
Perhatikan contoh berikut.
Pemunculan suatu pigmen merupakan hasil interaksi dua gen, yaitu gen C dan gen P.
Gen C : mengakibatkan munculnya bahan mentah pigmen.
Gen c : tidak menghasilkan pigmen.
Gen P : menghasilkan enzim pengaktif pigmen.
Gen p : tidak mampu menghasilkan enzim.
Perhatikan persilangan yang menunjukkan adanya gen komplementer antara individu CCpp (putih) dengan individu ccPP (putih) pada diagram berikut



GEN RANGKAP

Gen-gen Rangkap yang Mempunyai Pengaruh Kumulatif pertama kali dikemukakan oleh Miyake dan Imai (Jepang) yang menemukan bahwa pada tanaman gandum (Hordeum vulgare) terdapat biji yang kulitnya berwarna ungu tua, ungu, dan putih.
Jika gen dominan A dan B terdapat bersama-sama dalam genotip, kulit buah akan berwarna ungu tua. Bila terdapat salah satu gen dominan saja (A atau B), kulit buah berwarna ungu. Absennya gen dominan menyebabkan kulit buah berwarna putih. Perhatikan diagram persilangan berikut


Demikian tadi penjelasan beberapa bentuk penyimpangan semu hukum Mendel yang telah ditemukan beberapa ilmuwan selain Mendel.

=============================== 

Referensi :

Sembiring dan Sudjino,2009,Biologi kelas XII untuk SMA/MA,Jakarta,Pusat Perbukuan Nasional Departemen Pendidikan Nasional.